TECHNOPRENEUR

 Pengertian Technopreneur


Secara bahasa, tèknoprênêur adalah pengusaha teknologi; wirausaha teknologi : Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).


Webster Dictionary mendefinisikan technopreneur sebagai seorang entrepreneur yang melibatkan teknologi tinggi dalam bisnisnya. (an entrepreneur involved with high technology).


Masih menurut kamus Merriam-Webster, technopreneur adalah gabungan “technology” dan “entrepreneur”.


Entrepreneur adalah pengusaha atau wiraswasta, yaitu orang yang memiliki usaha sendiri dan mengelola usahanya sendiri dengan ide atau konsep yang baru.


Wiraswasta adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.




Pemanfaatan Teknologi


Technopreneurship mengacu pada pemanfaatan teknologi, termasuk Teknologi Informasi (IT), untuk pengembangan wirausaha.


Teknopreneur mengoptimalkan segenap potensi teknologi yang ada sebagai basis pengembangan bisnis yang dijalankannya.




Jenis Usaha Teknopreneur


Dalam Buku Technopreneurship (2008) disebutkan, usaha yang meliputi seseorang technopreneur antara lain pengelola yang bergerak dibidang pembuatan HP, Smartphone, gadget, laptop, dan alat teknologi canggih lainnya.


Marketplace seperti Bukalapak dan e-ticketing Traveloka juga sering menjadi contoh produk technopreneur, selain Gojek, Tokopedia, dan sejenisnya.


Di level global, contoh sosok technopreneur sukses antara lain Mark Zuckerberg, Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes merancang dan mengembangkan teknologi jaringan sosial yang berbasis web Facebook.




 Proses Menjadi Teknopreneur


Founder Hero Soft Media, Hero Wijayadi, dalam sebuah Seminar tentang Creativepreneur di Yogyakarta memberikan kunci 3P+2P yang harus dimiliki di awal pengembangan usaha berbasis technopreneur, yaitu Place, Program, dan People.


“Place berarti wadah untuk membangun usaha. Jadi bukan dimaknai dengan tempat saja. Program, kita harus merencanakan program ke depannya. Dan yang paling penting adalah people. Untuk membangun bisnis berbasis teknologi, kita butuh minimal 3 orang, yakni hacker, hipster, dan hustler,”.


Setelah 3P terpenuhi, baru 2P yaitu Problem dan Product. Kita menganalisis apa masalah yang ada di sekitar kita dan apa peluang yang bisa kita ciptakan dari masalah tersebut. Karena setiap masalah pasti ada peluang, misalnya saja tidak akan ada warung makan jika tidak ada orang lapar. Baru setelah kita menemukan masalah, kita membuat produk yang tepat untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut,”. Munculnya start up yang dibuat oleh para technopreneur befungsi untuk menambah lapangan kerja baru. 


 Soal 


1.Jelaskan Pengertian Technopreneur.


2.Jelaskan 3 hal yang harus dimiliki untuk pengembangan usaha Technopreneur. 


3.Jelaskan 3 hal sikap jiwa untuk menjadi seorang Tecnopreneur.


4.Jelaskan Proses menjadi Technopreneur.


5.Sebutkan jenis-jenis produk Technopreneur.


Jawaban 


1. technopreneur adalah seorang entrepreneur yang melibatkan teknologi tinggi dalam bisnisnya.atau juga sering merujuk pada seorang pebisnis start-up (usaha rintisan) yang memanfaatkan teknologi dalam kegiatan bisnisnya.


2. Place, Program, dan People.


3. Knowledge (pengetahuan)


    Skill (kemampuan)


    Attitude (sikap)


4. Hero Wijayadi, dalam sebuah Seminar tentang Creativepreneur di Yogyakarta memberikan kunci 3P+2P yang harus dimiliki di awal pengembangan usaha berbasis technopreneur, yaitu Place, Program, dan People.“Setelah 3P terpenuhi, baru 2P yaitu Problem dan Product. Kita menganalisis apa masalah yang ada di sekitar kita dan apa peluang yang bisa kita ciptakan dari masalah tersebut. Karena setiap masalah pasti ada peluang, misalnya saja tidak akan ada warung makan jika tidak ada orang lapar. Baru setelah kita menemukan masalah, kita membuat produk yang tepat untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut,”. Munculnya start up yang dibuat oleh para technopreneur befungsi untuk menambah lapangan kerja baru.


5. Shoppe , Bukalapak, JD.id dll


Komentar